Artikel Tentang Manajemen
Kenaikan BBM Wujud Nyata Gagalnya Manajemen Energi Nasional
OPINI | 20 March 2012 | 05:57
Oleh : Ashwin Pulungan
Pro-Poor yang selalu diucapkan SBY akan menjadi Contra-Poor yang anti sinergi pemberdayaan dengan rakyat. Membahananya pemberitaan kenaikan BBM menjelang April 2012 mendatang, membuat banyak para produsen kebutuhan rumah tangga dan produsen sembako memanfaatkan momen berita kenaikan BBM ini untuk menaikkan harga produksi mereka. Kalau kita survey kebeberapa pasar, kenyataan kenaikan ini sangat terlihat dan para konsumen sangat pahit merasakannya.Kenaikan selanjutnya terhadap kebutuhan rumah-tangga dan sembako akan terjadi pada saat pemerintah mengumumkan kenaikan BBM pada April 2012. Bayangkanbetapa beratnya beban biaya hidup yang akan dialami rakyat berpendapatan tetap apalagi berpendapatan tidak menentu yang jumlahnya mayoritas di seantero NKRI ini. Kenaikan BBM bukanlah solusi selamatkan APBN-P akan tetapi menambah-nambah kemiskinan baru dalam masyarakat Indonesia. Pernyataan Presiden di Cikeas Bogor (14/3/2012 malam) yang mengatakan “Kenaikan BBM merupakan keputusan terbaik pemerintah untuk rakyat dan merupakan solusi menyelamatkan perekonomian Indonesia” membuat bertambah sakitnya hati rakyat disamping adanya keputusan syahnya pembayaran bertahap pembelianpesawat terbang mewah Boeing 737-800 Business Jet Kepresidenan dengan harga 91 juta dollar AS dari APBN serta kemewahan kehidupan para petinggi Negara yang selalu dipamerkan selama ini dari uang rakyat, yang sungguh sangat bertentangan dengan pernyataan SBY tersebut. Pernyataan diatas adalah pernyataan yang tidak cerdas dari seorang Presiden karena rencana kenaikan BBM ini tidak diawali dengan pembenahan dan perbaikan politik anggaran serta kemandirian migas yang mengarah kepada budaya penghematan serta pemenuhan pembangunan kesejahteraan rakyat.
* Pembenahan Operasionalisasi Negara.
- Pemborosan dan in-efisiensi disegala bidang operasionalisasi Negara nyata disaksikan rakyat dan tidak dilakukan perbaikan yang mendasar secara baik oleh Pemerintah selama ini. Seperti upaya perampingan jumlah PNS yang menguras 60% APBN, bahkan ada sejumlah daerah yang komposisi belanja rutinnya menghabiskan sampai 90% APBD. Ini adalah akal-akalan pemerintah pusat dan daerah yang mengarahkan realisasi APBN dan APBD hanya untuk biaya gaji SDM-PNS dan perjalanan yang kerjanya 80% waktu hanya baca koran, main game/nonton dari komputer kantor, rapat-rapat seolah-olah untuk pembangunan rakyat malah memperlambat/mempersulit surat izin serta manipulasi proyek dan ngarang laporan tahunan.
+ Apabila dilakukan pembenahan efisiensi operasionalisasi Negara, 60% dana APBN yang hanya untuk pembiayaan PNS gaji dan perjalanan bisa dikurangi dari 60%, lalu diadakan rasionalisasi jumlah PNS dan kinerjanya maka akan didapat tambahan dana untuk infrastruktur ekonomi masyarakat. Selanjutnya manajemen kepemimpinan KIB II bisa mewujudkan secara nyata untuk menekan laju korupsi disegala bidang tentu akan bermanfaat bagi keuangan Negara dan masyarakat.
* Pembenahan Cara Pembelian dan Produksi BBM.
- Cara pembelian BBM impor yang penuh dengan tanda tanya dan Pemerintah belum pernah terbuka secara transparan bahkan kepada anggota DPR-RI sekalipun. Pembelian melalui Broker apakah secara tender atau penunjukan yang berdampak kepada, permainan harga untuk pengadaan crude oil, premium, solar serta avtur, serta mahalnya biaya sewa kapal dan transportasi. In-efisiensi pembelian BBM impor ini bisa mencapai pada kisaran Rp. 4 Triliun/tahun.
- Pembelian BBM impor melalui anak perusahaan Pertamina Petral Ltd. (Pertamina Energy Trading Ltd. ) yang bermarkas di Singapura yang merupakan perusahaan andalan oleh Pertamina sebagai anak perusahaan yang katanya ahli dalam bisnis trading minyak mentah dan produk BBM yang terjadi di pasar global. Cara pembelian inilah yang menyebabkan mahalnya BBM yang dikonsumsi di Indonesia bagaimana mungkin tender pembelian BBM impor untuk kebutuhan Indonesia dilakukan di Singapura yang katanya melibatkan 50 perusahaan importir (tender seperti apa itu ?). Selanjutnya apakah Petral Ltd. yang katanya anak perusahaan Pertamina bisa menguntungkan Indonesia dan bagaimana tingkat keterbukaan bisnisnya bisa dimonotoring dan diketahui banyak orang di Indonesia, masih dalam tanda tanya. Mengapa Pertamina dalam membeli BBM dan Minyak mentah tidak langsung saja kenegara produsen yang bersangkutan ? (G to G). Mengapa harus melalui perusahaan calo seperti Petral Ltd. ?
Sangat di sayangkan dari adanya rencana pembubaran Petral Ltd. oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, malah sang Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Karen Agustiawan menegaskan PT. Petral Ltd. akan tetap beroperasi secara normal sebagai satu-satunya anak perusahaan yang melaksanakan kegiatan trading PT. Pertamina. Selama ini, PT. Pertamina mendapatkan fee trading sebesar US $ 0,10 s/d US $ 0,12 per barel. Lalu PT. Petral Ltd. mendapatkan fee trading antara US $ 3 s/d US $ 4,5 per barel.
- Produksi BBM di dalam negeri (DN) sangat terbatas, sementara telah lama diketahui permintaan BBM untuk DN terus bertambah. Sudah sejak 15 tahun kebelakang, bahan baku crude oil BBM di DN tidak bertambah, sehingga jumlah BBM impor angkanya bertambah terus. Ada apa dengan kesengajaan terbatasnya bahan baku crude oil produksi BBM di DN selama ini ? Tidakkah ini bisa sebagai permainan komisi dari petinggi Negara untuk kelompok dan pribadi terhadap kumulasi nilai BBM impor ? Dimanakah peran dan fungsi BP-Migas dalam strategi manajemen energi Indonesia ? Benarkah BP-Migas sebagai alatnya asing untuk mengamburadulkan kemandirian energi Nasional ? Bagaimana hasil Dewan Energi Nasional yang dibentuk SBY dengan biaya dari uang rakyat ? Bisa dibayangkan jika impor BBM dan minyak mentah sejumlah 900.000 barel/hari, berapa kerugian uang Negara/uang rakyat dengan cara pembelian melalui perusahaan calo tersebut ?
+ Apabila dilakukan pembenahan terhadap cara pembelian BBM impor dengan G to G, produksi BBM di dalam negeri maka akan didapat penghematan yang cukup besar. Apalagi Indonesia bisa mengaktifkan eksplorasi sumber yang telah terdeteksi sehingga Indonesia memiliki cadangan minyak yang cukup besar bisa lebih menikmati kenaikan harga minyak bumi dunia yang saat ini sedang tinggi (mencapai US $ 122/barel).
Adanya BLSM/BLT merupakan manipulasi cara lama yang diulang-ulang kembali seperti BLT yang lalu sebagai cara politisasi kotor kenaikan BBM pada April 2012 mendatang agar rakyat tidak benci dan gusar kepada pemerintah (menurut pemerintah kemarahan rakyat bisa diredam dengan mudah melalui BLSM/BLT). Bahkan bisa juga merupakan politik uang/sogokan yang diambil dari uang rakyat untuk pencitraan pemerintah saat ini menuju tahun 2014 mendatang.
Program BLSM/BLT jika benar akan berlangsung selama 9 bulan, tetap akan sirna tak berbekas kecuali dana BLSM/BLT diwujudkan untuk infrastruktur, penanggulangan biaya kesehatan dan sekolah hingga perguruan tinggi. Merupakan suatu penghinaan kepada rakyat miskin serta merupakan kelemahan dan kedunguan masyarakat bila mau diberi permen BLSM/BLT, sementara beban biaya hidup masyarakat sangat ditinggikan/diberatkan dalam jangka panjang kedepan atas dampak kenaikan BBM dari keputusan Pemerintahan yang amburadul serta gagal.
Sebagai gambaran, harga BBM negara penghasil minyak dibandingkan dengan harga BBM di Indonesia yang juga penghasil minyak (Indonesia belum murni net-importir BBM), di antaranya di bawah ini : Data dari : http://m.jpnn.com
1. Bahrain : $ 0.27/liter atau Rp.3.159,-/L
2. Qatar : $ 0.22/liter atau Rp.2.575,-/L
3. Kuwait : $ 0.21/liter atau Rp.2.457,-/L
4. Arab Saudi : $ 0.12/liter atau Rp.1.404,-/L
5. Iran : $ 0.11/liter atau Rp.1.287,-/L
6. Nigeria : $ 0.10/liter atau Rp.1.170,-/L
7. Turkmenistan : $ 0.08/liter atau Rp.936,-/L
2. Qatar : $ 0.22/liter atau Rp.2.575,-/L
3. Kuwait : $ 0.21/liter atau Rp.2.457,-/L
4. Arab Saudi : $ 0.12/liter atau Rp.1.404,-/L
5. Iran : $ 0.11/liter atau Rp.1.287,-/L
6. Nigeria : $ 0.10/liter atau Rp.1.170,-/L
7. Turkmenistan : $ 0.08/liter atau Rp.936,-/L
8. Uni Emirat Arab (UEA) : Rp 4.300,- /L
9. Libya : Rp 1.636,-/L
10. Venezuela : Rp 585,-/L
* Mengapa Rakyat Menolak Kenaikan BBM ?
Harapan rakyat sewaktu tahun 2004 yang telah diembankan kepada SBY, sampai kepada pemilihan tahun 2009 hingga sekarang, sudah sirna dan pupus sudah.Kepercayaan rakyat sudah tidak ada lagi kepada Pemerintahan SBY apalagiharapan. Oleh karena itu, kenaikan BBM kali ini, adalah merupakan kulminasi pelampiasan ketidak percayaan rakyat selama ini. Pemberantasan korupsi yang diinginkan rakyat tidak berjalan dengan baik, lembaga penegak hukum, lembaga legislatif serta lembaga pendapatan negara melalui pajak bahkan sebagai sarangnya korupsi dan manipulasi tidak dibenahi tuntas oleh pemerintah dengan cara baik. Manajemen energi yang baik serta bervisi energi alternatif berjangka panjang kedepan, tidak dilakukan oleh pemerintah.
Banyak infrastruktur transportasi yang buruk sebagai penambah pemborosan energi tidak diperbaiki pemerintah dan bahkan cenderung adanya pembiaran. Semua aspirasi dan keluhan dari rakyat yang telah disampaikan kepada pemerintah secara tertulis konstruktif dan baik-baik tidak pernah ditanggapi, apalagi dilaksanakan oleh Pemerintah akibatnya banyak demonstrasi rakyat diseluruh wilayah NKRI untuk menolak kenaikan BBM dan mungkin juga ini merupakan momentum untuk mengakhiri kekuasaan pemerintah yang selalu gagal dan lemah terhadap pihak asing (re-negosiasi gas ampuh, freeport, penjadwalan hutang LN tidak dilakukan). Gerakan demonstrasi kali ini selalu dilecehkan oleh semua aparat pemerintah, paling ribut-ribut diawal dan nanti juga akan reda sendiri. Karenanya demonstrasi yang dilakukan rakyat bersama para mahasiswa saat ini adalah merupakan unjuk kekutan masih adanya kedaulatan rakyat dan kedaulatan rakyat itu menginginkan perubahan dan pertukaran lalu terwujud. Selama ini kedaulatan rakyat dirampas oleh pengkhianat kedaulatan rakyat melalui partai-partai dan wakilnya di DPR-DPRD yang selalu berkoalisi jahat antar sesama partai terhadap rakyat.
Kenaikan BBM kali ini adalah merupakan bagian dari tekanan pihak asing (liberalisasi ekonomi dan energi) yang sudah lama menunggu di Indonesia agar BBM konsumsi masyarakat disamakan dengan harga Internasional dan teganya Pemerintah mengorbankan rakyat Indonesia. Disamping itu, kenaikan BBM merupakan bukti nyata kegagalan Pemerintah me-manajemen energi Nasional kearah kemandirian energi Nasional yang berjangka panjang. (Ashwin Pulungan)
Sumber tulisan : bisnis.co.id : jaringnews.com ; detikfinace.com ; kontan ; bisnis indonesia ; kompas ; tempo ; berbagai info media elektronika & on-line.
SUMBER : http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/03/20/kenaikan-bbm-wujud-nyata-gagalnya-manajemen-energi-nasional-447921.html
SUMBER : http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/03/20/kenaikan-bbm-wujud-nyata-gagalnya-manajemen-energi-nasional-447921.html