Friday, April 18, 2014

DIRECT AND INDIRECT SPEECH

Direct and Indirect Speech, yang juga kita kenal dengan istilah lain yaitu Reported Speech. Direct Speect adalah kalimat yang diucapkan secara langsung oleh pembicara dan jika ditulis kalimat tersebut akan diberi tanda kutip. Sedangkan Indirect Speech adalah kalimat yang kita laporkan kepada orang lain secara tidak langsung dan tanpa diberi koma.

EXAMPLE DIRECT AND INDIRECT SPEECH :
1.      D : She says to her friend, “ I have been reading “
I : She says to her friend that he has been reading
2.      D : He will say, “ The girl wasn’t ugly “
I : He will tell them that the girl wasn’t ugly
3.      D : Reza said, “ I’m very sleepy “
I : Reza said that he was very sleepy
4.      D : He has told you, “ I am writing “
I : He has told you that he is writing
5.      D : Mother said to her son, “ study hard “
I : Mothe advised her son to study hard
6.      D : My friend said to me, “ I don’t like football “
I : My friend said to me that he didn’t like football
7.      D : She said, “ I didn’t go to campus
I : She said that she hadn’t gone to campus this morning
8.      D : Rikza says, “ I have seen that movies “
I : Rikza says that she has seen that movies
9.      D : Mother asked her, “ Don’t go there alone “
I : Mother asked her not to go there alone
10.  D : Father asked robi, “ Don’t smoke too much “
I : Father asked robi not to smoke too much

Gantungan Kunci unik.. cek yuk !!

Saturday, March 15, 2014

Artikel Tentang Manajemen

Kenaikan BBM Wujud Nyata Gagalnya Manajemen Energi Nasional

OPINI | 20 March 2012 | 05:57 Dibaca: 424    Komentar: 10    0
Oleh : Ashwin Pulungan

Pro-Poor yang selalu diucapkan SBY akan menjadi Contra-Poor yang anti sinergi pemberdayaan dengan rakyat. Membahananya pemberitaan kenaikan BBM menjelang April 2012 mendatang, membuat banyak para produsen kebutuhan rumah tangga dan produsen sembako memanfaatkan momen berita kenaikan BBM ini untuk menaikkan harga produksi mereka. Kalau kita survey kebeberapa pasar, kenyataan kenaikan ini sangat terlihat dan para konsumen sangat pahit merasakannya.Kenaikan selanjutnya terhadap kebutuhan rumah-tangga dan sembako akan terjadi pada saat pemerintah mengumumkan kenaikan BBM pada April 2012. Bayangkanbetapa beratnya beban biaya hidup yang akan dialami rakyat berpendapatan tetap apalagi berpendapatan tidak menentu yang jumlahnya mayoritas di seantero NKRI ini. Kenaikan BBM bukanlah solusi selamatkan APBN-P akan tetapi menambah-nambah kemiskinan baru dalam masyarakat Indonesia. Pernyataan Presiden di Cikeas Bogor (14/3/2012 malam) yang mengatakan “Kenaikan BBM merupakan keputusan terbaik pemerintah untuk rakyat dan merupakan solusi menyelamatkan perekonomian Indonesia” membuat bertambah sakitnya hati rakyat disamping adanya keputusan syahnya pembayaran bertahap pembelianpesawat terbang mewah Boeing 737-800 Business Jet Kepresidenan dengan harga 91 juta dollar AS dari APBN serta kemewahan kehidupan para petinggi Negara yang selalu dipamerkan selama ini dari uang rakyat, yang sungguh sangat bertentangan dengan pernyataan SBY tersebut. Pernyataan diatas adalah pernyataan yang tidak cerdas dari seorang Presiden karena rencana kenaikan BBM ini tidak diawali dengan pembenahan dan perbaikan politik anggaran serta kemandirian migas yang mengarah kepada budaya penghematan serta pemenuhan pembangunan kesejahteraan rakyat.
Pembenahan Operasionalisasi Negara.
- Pemborosan dan in-efisiensi disegala bidang operasionalisasi Negara nyata disaksikan rakyat dan tidak dilakukan perbaikan yang mendasar secara baik oleh Pemerintah selama ini. Seperti upaya perampingan jumlah PNS yang menguras 60% APBN, bahkan ada sejumlah daerah yang komposisi belanja rutinnya menghabiskan sampai 90% APBD. Ini adalah akal-akalan pemerintah pusat dan daerah yang mengarahkan realisasi APBN dan APBD hanya untuk biaya gaji SDM-PNS dan perjalanan yang kerjanya 80%  waktu hanya baca koran, main game/nonton dari komputer kantor, rapat-rapat seolah-olah untuk pembangunan rakyat malah memperlambat/mempersulit surat izin serta manipulasi proyek dan ngarang laporan tahunan.
Apabila dilakukan pembenahan efisiensi operasionalisasi Negara, 60% dana APBN yang hanya untuk pembiayaan PNS gaji dan perjalanan bisa dikurangi dari 60%, lalu diadakan rasionalisasi jumlah PNS dan kinerjanya maka akan didapat tambahan dana untuk infrastruktur ekonomi masyarakat. Selanjutnya manajemen kepemimpinan KIB II bisa mewujudkan secara nyata untuk menekan laju korupsi disegala bidang tentu akan bermanfaat bagi keuangan Negara dan masyarakat.
Pembenahan Cara Pembelian dan Produksi BBM.
- Cara pembelian BBM impor yang penuh dengan tanda tanya dan Pemerintah belum pernah terbuka secara transparan bahkan kepada anggota DPR-RI sekalipun. Pembelian melalui Broker apakah secara tender atau penunjukan yang berdampak kepada, permainan harga untuk pengadaan crude oil, premium, solar serta avtur, serta mahalnya biaya sewa kapal dan transportasi. In-efisiensi pembelian BBM impor ini bisa mencapai pada kisaran Rp. 4 Triliun/tahun.
Pembelian BBM impor melalui anak perusahaan Pertamina Petral Ltd. (Pertamina Energy Trading Ltd. ) yang bermarkas di Singapura yang merupakan perusahaan andalan oleh Pertamina sebagai anak perusahaan yang katanya ahli dalam bisnis trading minyak mentah dan produk BBM yang terjadi di pasar global. Cara pembelian inilah yang menyebabkan mahalnya BBM yang dikonsumsi di Indonesia bagaimana mungkin tender pembelian BBM impor untuk kebutuhan Indonesia dilakukan di Singapura yang katanya melibatkan 50 perusahaan importir (tender seperti apa itu ?). Selanjutnya apakah Petral Ltd. yang katanya anak perusahaan Pertamina bisa menguntungkan Indonesia dan bagaimana tingkat keterbukaan bisnisnya bisa dimonotoring dan diketahui banyak orang di Indonesia, masih dalam tanda tanya. Mengapa Pertamina dalam membeli BBM dan Minyak mentah tidak langsung saja kenegara produsen yang bersangkutan ? (G to G). Mengapa harus melalui perusahaan calo seperti Petral Ltd. ?
Sangat di sayangkan dari adanya rencana pembubaran Petral Ltd. oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, malah sang Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Karen Agustiawan menegaskan PT. Petral Ltd. akan tetap beroperasi secara normal sebagai satu-satunya anak perusahaan yang melaksanakan kegiatan trading PT. Pertamina. Selama ini, PT. Pertamina mendapatkan fee trading sebesar US $ 0,10 s/d US $ 0,12 per barel. Lalu PT. Petral Ltd. mendapatkan fee trading antara US $ 3 s/d US $ 4,5 per barel.
Produksi BBM di dalam negeri (DN) sangat terbatas, sementara telah lama diketahui permintaan BBM untuk DN terus bertambah. Sudah sejak 15 tahun kebelakang, bahan baku crude oil BBM di DN tidak bertambah, sehingga jumlah BBM impor angkanya bertambah terus. Ada apa dengan kesengajaan terbatasnya bahan baku crude oil produksi BBM di DN selama ini ? Tidakkah ini bisa sebagai permainan komisi dari petinggi Negara untuk kelompok dan pribadi terhadap kumulasi nilai BBM impor ? Dimanakah peran dan fungsi BP-Migas dalam strategi manajemen energi Indonesia ? Benarkah BP-Migas sebagai alatnya asing untuk mengamburadulkan kemandirian energi Nasional ? Bagaimana hasil Dewan Energi Nasional yang dibentuk SBY dengan biaya dari uang rakyat ? Bisa dibayangkan jika impor BBM dan minyak mentah sejumlah 900.000 barel/hari, berapa kerugian uang Negara/uang rakyat dengan cara pembelian melalui perusahaan calo tersebut ?
Apabila dilakukan pembenahan terhadap cara pembelian BBM impor dengan G to G, produksi BBM di dalam negeri maka akan didapat penghematan yang cukup besar. Apalagi Indonesia bisa mengaktifkan eksplorasi sumber yang telah terdeteksi sehingga Indonesia memiliki cadangan minyak yang cukup besar bisa lebih menikmati kenaikan harga minyak bumi dunia yang saat ini sedang tinggi (mencapai US $ 122/barel).
Adanya BLSM/BLT merupakan manipulasi cara lama yang diulang-ulang kembali seperti BLT yang lalu sebagai cara politisasi kotor kenaikan BBM pada April 2012 mendatang agar rakyat tidak benci dan gusar kepada pemerintah (menurut pemerintah kemarahan rakyat bisa diredam dengan mudah melalui BLSM/BLT). Bahkan bisa juga merupakan politik uang/sogokan yang diambil dari uang rakyat untuk pencitraan pemerintah saat ini menuju tahun 2014 mendatang.
Program BLSM/BLT jika benar akan berlangsung selama 9 bulan, tetap akan sirna tak berbekas kecuali dana BLSM/BLT diwujudkan untuk infrastruktur, penanggulangan biaya kesehatan dan sekolah hingga perguruan tinggi. Merupakan suatu penghinaan kepada rakyat miskin serta merupakan kelemahan dan kedunguan masyarakat bila mau diberi permen BLSM/BLT, sementara beban biaya hidup masyarakat sangat ditinggikan/diberatkan dalam jangka panjang kedepan atas dampak kenaikan BBM dari keputusan Pemerintahan yang amburadul serta gagal.
Sebagai gambaran, harga BBM negara penghasil minyak dibandingkan dengan harga BBM di Indonesia yang juga penghasil minyak (Indonesia belum murni net-importir BBM), di antaranya di bawah ini : Data dari : http://m.jpnn.com
1. Bahrain : $ 0.27/liter atau Rp.3.159,-/L
2. Qatar : $ 0.22/liter atau Rp.2.575,-/L
3. Kuwait : $ 0.21/liter atau Rp.2.457,-/L
4. Arab Saudi : $ 0.12/liter atau Rp.1.404,-/L
5. Iran : $ 0.11/liter atau Rp.1.287,-/L
6. Nigeria : $ 0.10/liter atau Rp.1.170,-/L
7. Turkmenistan : $ 0.08/liter atau Rp.936,-/L
8. Uni Emirat Arab (UEA) : Rp 4.300,- /L
9. Libya : Rp 1.636,-/L
10. Venezuela : Rp 585,-/L
Mengapa Rakyat Menolak Kenaikan BBM ?
Harapan rakyat sewaktu tahun 2004 yang telah diembankan kepada SBY, sampai kepada pemilihan tahun 2009 hingga sekarang, sudah sirna dan pupus sudah.Kepercayaan rakyat sudah tidak ada lagi kepada Pemerintahan SBY apalagiharapan. Oleh karena itu, kenaikan BBM kali ini, adalah merupakan kulminasi pelampiasan ketidak percayaan rakyat selama ini. Pemberantasan korupsi yang diinginkan rakyat tidak berjalan dengan baik, lembaga penegak hukum, lembaga legislatif serta lembaga pendapatan negara melalui pajak bahkan sebagai sarangnya korupsi dan manipulasi tidak dibenahi tuntas oleh pemerintah dengan cara baik. Manajemen energi yang baik serta bervisi energi alternatif berjangka panjang kedepan, tidak dilakukan oleh pemerintah.
Banyak infrastruktur transportasi yang buruk sebagai penambah pemborosan energi tidak diperbaiki pemerintah dan bahkan cenderung adanya pembiaran. Semua aspirasi dan keluhan dari rakyat yang telah disampaikan kepada pemerintah secara tertulis konstruktif dan baik-baik tidak pernah ditanggapi, apalagi dilaksanakan  oleh Pemerintah akibatnya banyak demonstrasi rakyat diseluruh wilayah NKRI untuk menolak kenaikan BBM dan mungkin juga ini merupakan momentum untuk mengakhiri kekuasaan pemerintah yang selalu gagal dan lemah terhadap pihak asing (re-negosiasi gas ampuh, freeport, penjadwalan hutang LN tidak dilakukan). Gerakan demonstrasi kali ini selalu dilecehkan oleh semua aparat pemerintah, paling ribut-ribut diawal dan nanti juga akan reda sendiri. Karenanya demonstrasi yang dilakukan rakyat bersama para mahasiswa saat ini adalah merupakan unjuk kekutan masih adanya kedaulatan rakyat dan kedaulatan rakyat itu menginginkan perubahan dan pertukaran lalu terwujud. Selama ini kedaulatan rakyat dirampas oleh pengkhianat kedaulatan rakyat melalui partai-partai dan wakilnya di DPR-DPRD yang selalu berkoalisi jahat antar sesama partai terhadap rakyat.
Kenaikan BBM kali ini adalah merupakan bagian dari tekanan pihak asing (liberalisasi ekonomi dan energi) yang sudah lama menunggu di Indonesia agar BBM konsumsi masyarakat disamakan dengan harga Internasional dan teganya Pemerintah mengorbankan rakyat Indonesia. Disamping itu, kenaikan BBM merupakan bukti nyata kegagalan Pemerintah me-manajemen energi Nasional kearah kemandirian energi Nasional yang berjangka panjang. (Ashwin Pulungan)

Sumber tulisan : bisnis.co.id : jaringnews.com ; detikfinace.com ; kontan ; bisnis indonesia ; kompas ; tempo ; berbagai info media elektronika & on-line.

SUMBER : http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/03/20/kenaikan-bbm-wujud-nyata-gagalnya-manajemen-energi-nasional-447921.html

Percakapan Tentang Manajemen

A         : You know about the style of management?
B          : Not really, why?
A         : I’m just curious about the style of indonesia’s and japan’s
B          : hmmm, Japan has bottom up style but I don’t really know about
  Indonesia
A         : Why?
B          : Because it’s pretty much like bottom up as in japan bu also have a top-down style side ad in  
  Netherland
A         : So, you said that indonesia combinated those two style, yet none of
  them that really used.
B          : Right
A         : Can you give the example of the bottom up style?
B          : When we doing a survey of residents. We did it without too much
  parhcipahon from people of the goverment, example the
  representative who became the surveyor.
A         : So, what style which fit for management in indonesia?
B          : I dont know. I think the balance between bottom up dan tap down
 must be sought The propostion must be 50 : 50 to give equilibrium in
 the managemen of goverment. But it could be more bottom up because
 our country adheres to democracy. Or it could be more Just top-down
 the most important is find a balance between the two. I think that the
 best for us now.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Mau liat Gantungan Kunci Unik ?? (KLIK AJA)